header

Kisah Umat Terdahulu Dalam Al-quran Tentang Kewajiban Anak Pada Orang Tua

Posting Komentar

Terdapat banyak kisah umat terdahulu dalam Al-quran tentang kewajiban anak pada orang tuanya. Seorang anak berkewajiban agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah birrul walidain. Di dalam Al-quran birrul walidain adalah perintah yang tertuang dalam QS. An Nisa ayat 36 yang artinya:
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua."

Kisah umat terdahulu dalam Al-quran tentang berbuat baik kepada kedua orang tua yang paling menggugah adalah kisah Uwais Al Qarni.

Kisah Uwais Al Qarni, Kisah Umat Terdahulu Dalam Al-quran


Rasulullah bersabda "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia (Uwais), mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi." (HR Ahmad)

Kisah Uwais Al Qarni adalah kisah yang paling menggugah bagi saya. Kisah ini juga yang menginspirasi saya memberi nama anak dengan nama 'Uwais'.

Uwais Al Qarni

Kisah tabi'in yang amat menyayangi orang tuanya teramat mengharukan bagi saya. Bagaimana kisah Uwais hingga Rasulullah berpesan kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib untuk mencari Uwais.
Dalam salah satu hadits menyebutkan Rasulullah bersabda,
"Carilah ia (Uwais al Qarni), dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian." (HR Muslim)

Uwais juga disebutkan sebagai sebaik-baik tabi'in (pengikut Rasulullah setelah para sahabat). Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim,
Umar berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya sebaik-baik tabi'in itu adalah orang yang bernama Uwais, ia memiliki orang tua, dan kepadanya terdapat kusta. Suruhlah dia untuk memohonkan ampun untuk kalian."

Kisah Uwais Al Qarni yang paling menyita perhatian adalah perjalanan ibadah haji Uwais dan Ibunya. Uwais menggendong Ibunya yang tua renta dari Yaman ke Mekkah. Jarak antara Yaman ke Mekkah adalah 1.119 km.

Orang zaman dahulu biasa berangkat haji naik unta. Tetapi karena tidak memiliki uang, makanya Uwais dan orang tuanya berjalan kaki. Uwais Al Qarni kemudian mencari akal agar bisa berangkat haji bersama sang Ibu.

Uwais kemudian memutuskan untuk membeli seekor anak lembu. Ia kemudian membuat kandang lembu di puncak bukit. Setiap pagi, ia menggendong anak lembu tersebut naik turun bukit. Awalnya banyak orang menganggap tindakannya Uwais sangat aneh.

Tetapi 8 bulan kemudian, anak lembu semakin besar dan telah memiliki bobot mencapai 100 kg. Uwais Al-Qarni merasa dirinya sudah mampu untuk berangkat ke rumah Allah di musim haji.

Saat musim haji tiba, Ia kemudian menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah dengan berjalan kaki. Barulah penduduk sadar maksud tindakan Uwais selama ini.

Uwais dengan ototnya yang telah terlatih selama berbulan-bulan akhirnya mampu mengantarkannya orang tuanya ke Mekah. Hingga tiba di depan Ka'bah, sang Ibu tak kuasa menahan tangis. Uwais lalu memanjatkan doa,

"Ya Allah, ampuni semua dosa ibu."

Sang Ibu bertanya,
"Bagaimana dengan dosamu?"

Uwais pun menjawab,
"Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha Ibu yang membawaku ke surga."

Seketika itu juga Allah SWT menghilangkan penyakit belang-belang pada tubuh Uwais. Hanya menyisakan sedikit bulatan kecil di kedua lengannya. Hal ini menjadi tanda sesuai sabda Rasulullah SAW untuk mencari Uwais. Hingga pada hari kematiannya banyak sekali orang yang datang melayat dan mengubur jenazahnya. Termasuk malaikat dari langit yang turun ke bumi untuk mengurusi jenazahnya. Masya Allah.

Dari kisah Uwais Al Qarni adalah salah satu kisah umat terdahulu dalam Al-quran yang menceritakan betapa luar biasanya pahala memuliakan orang tua. Mari kita simak apa saja kewajiban anak terhadap orang tuanya.

7 Kewajiban Anak Kepada Orang Tua


Tat kepada orang tua

Apa saja kewajiban anak terhadap orang tuanya? Mari kita lihat kewajiban anak terhadap orang tuanya beserta dalilnya dalam Al-quran berikut ini.

1. Taat Kepada Orang Tua


Taat Kepada orang tua adalah yang utama harus kita lakukan. Perintah ini tertuang dalam potongan arti dari QS al-Isra’ ayat 23 yang artinya:
Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya…."

Ayat ini menjelaskan tentang kewajiban seorang anak untuk berbuat baik kepada kedua Ibu Bapaknya. Menyayangi mereka layaknya mereka Menyayangi dan mengasihi kita sewaktu kita masih kecil.

Dalam surah lainnya, Allah SWT juga memerintahkan untuk taat dan berbuat baik kepada kedua orang tua seperti terdapat dalam QS Luqman ayat 14 yang artinya:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu.

2. Segera Datang Ketika Dipanggil


Perintah untuk bersegera ketika orang tua memanggil dan dilarang berkata kasar apalagi membentak orang tua. Perintah ini termaktub dalam lanjutan arti Q.S Al Israa ayat 23
.... maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

3. Merawat Orang Tua


Sebagaimana kisah Uwais Al Qarni diatas yang dengan ikhlas merawat Ibunya yang sudah tua renta, Rasulullah SAW this pun pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Muslim menyebutkan
Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang tidak merawat kedua orang tuanya ketika sudah renta termasuk orang merugi dan tidak masuk surga. 

4. Menafkahi Orang Tua


Menafkahi orang tua termasuk bentuk kewajiban anak terhadap orang tua. Bahkan menafkahi Ibu bapak dan sanak famili termasuk sedekah yang mampu mempererat hubungan keluarga.

Dalil yang menguatkan perintah untuk menafkahi orang tua terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 215
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah yang mengatakan "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu"

5. Mendoakan Kebaikan Dunia dan Akhirat


Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah bersabda yang artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim)

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tua, sudah seharusnya kita mendoakan kedua orang tua kita.

Landasan dalam Al-quran terhadap perintah untuk mendoakan kebaikan dunia akhirat terdapat dalam QS Al Isra ayat 24
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

6. Mengingatkan dalam Kebaikan


Meski orang tua kedudukannya mulia disisi Allah, tetapi jika orang tua melakukan suatu jalan yang buruk maka kewajiban anak adalah mengingatkan. Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya:
Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.

7. Menjaga Perasaan Orang Tua


Sudah fitrahnya bahwa orang tua selalu berpikir bahwa anaknya tetaplah masih kecil dalam pikirannya. Berapapun usia anaknya, orang tua tetap menganggap anaknya masih butuh bimbingannya.

Meski Kadang kurang sependapat, Sebisa mungkin sebagai anak kita harus menjaga perasaan orang tua kita. Karena hal ini berhubungan dengan ridha Allah. Seperti terdapat dalam hadits berikut ini.

Dari Abdullah bin Amru radiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Demikianlah 7 kewajiban anak terhadap orang tua yang bisa kita lakukan. Semoga kita bisa meneladani kisah umat terdahulu dalam Al-quran seperti kisah Uwais Al Qarni dalam memuliakan Ibunya. Amiinn ya Rabbal 'alamin. Semoga bermanfaat.

Salam, 
Yunnie 

Referensi
Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1
https://kisahmuslim.com/3005-uwais-al-qani.html
https://news.detik.com/berita/d-4801253/kisah-uwais-al-qarni-gendong-ibu-dari-yaman-ke-mekah-untuk-pergi-haji

Tulisan MQ
Hi I'm Yunniew, nice to know that you sure interest visit to my blog. Here's my journey. If any inquiries or campaign please drop an email to Yunniew@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar