header

Meraih Peluang Ngeblog Dapat Uang Bersama IIDN

12 komentar

“Karir dan uang bisa dicari. Tapi waktu tumbuh kembang anak-anak tidak akan kembali” (Echaimutenan)

Saya merinding seketika ketika membaca sebuah kutipan kata bijak yang diberikan oleh Mbak Echa malam itu. Ini mengingatkan saya pada keputusan yang pernah saya ambil 3 tahun lalu.

Keputusan berat yang harus saya pilih, antara melanjutkan karir atau fokus menjadi ibu rumah tangga. Jika menjadi ibu rumah tangga, uang terbatas sedangkan kondisi keluarga masih butuh banyak biaya.

Dilema ibu bekerja

Jika memilih karir, harus rela waktu mengurus anak-anak terbatas. Sedangkan waktu emas pengasuhan mereka adalah 1000 hari pertamanya. Ini pilihan berat bagi saya dulu.

Sempat merasa bimbang dan ragu dengan keputusan yang saya ambil dulu. Tapi sekarang karena pesan dari mbak Echa, seolah kembali meyakinkan saya bahwa keputusan mundur dari pekerjaan adalah keputusan paling benar yang pernah saya ambil.

****

Saya banyak belajar dari mbak Echa. Beliau adalah seorang bloger senior yang telah memenangkan banyak lomba. Oleh karena itu tak heran nama beliau harum di mata para bloger Indonesia.

Beliau dulunya adalah pegawai bank swasta. Penghasilan dari pekerjaan menjadikan kehidupannya cukup mapan. Tapi pada akhirnya dia harus merelakan karirnya demi membersamai waktu emas anak-anaknya.

Malam itu mbak Echa menjadi narasumber dalam sebuah WAG yang saya ikuti. Mbak Echa membagikan kisah perjalanan dirinya hingga menjadi seorang bloger sampai sekarang. Terhitung sejak 2014 hingga kini, pemilik blog echaimutenan.com ini tetap konsisten ngeblog.

Petuahnya pada kami, para bloger yang baru seumur jagung, seakan menambah semangat untuk meraih peluang ngeblog dapat uang.

Ya, terutama saya bloger pemula yang baru mengenal blog setahun belakangan ini. Saya dulunya adalah seorang pekerja swasta yang sudah malang melintang di dunia kerja. Mulai dari satu perusahaan ke perusahaan lain sudah saya jalani.

Hingga pada suatu ketika, saya merasa sangat bersalah pada anak saya. saya merasa kekurangan waktu untuk mengasuh dan membersamai dirinya. Saat itu sering muncul kegalauan-kegalauan dalam diri saya.

Kegundahan Hati Working Mom


Bentuk kegundahan hati saya pertama kali terjadi adalah ketika saya harus meninggalkan anak saya untuk pertama kalinya saat usianya 2 bulan. Saat itu masa cuti melahirkan saya telah habis. Saya bingung kemana harus memberikan tongkat estafet penjagaan sang buah hati.

Terlebih buah hati ini adalah doa yang selama hampir 2 tahun saya pintakan pada Sang Khaliq. Saya merasa menjadi ibu yang berdosa manakala bayi yang masih merah harus saya serahkan pada pengasuh.

Untunglah saat itu, ada mertua saya datang sebagai pahlawan menawarkan bantuannya untuk menjaga anak saya. Barulah saya mulai tenang.

Namun, saya merasa menjadi menantu yang egois ketika mertua saya harus tinggal bersama kami untuk menjaga anak saya, sedangkan ayah mertua sendirian di kampung. Meski beliau tidak pernah mengeluh, tapi saya cukup tahu. Akhirnya ketika usia anak saya 6 bulan, saya memutuskan mewakilkan penjagaan anak pada seorang pengasuh bayi.

Tapi, bukan Ibu namanya jika perasaannya bisa 'lepas bebas' saat menitipkan anaknya. Saya tetap gundah memikirkan anak saya. Apalagi ketika pagi hari saya berangkat kerja, anak saya menangis mau ikut saya bekerja. 

Masalah ibu bekerja

Kata pengasuhnya, "Tidak apa-apa Mbak, ini Queensha nangisnya cuma sebentar kok" Ah, ini sangat berat rasanya. 

Kejadian lainnya adalah ketika anak saya lebih dekat dengan sang pengasuhnya dibandingkan saya. Ibu mana yang tidak sedih? buah hatinya lebih mencari sang pengasuh dibanding Ibunya ketika menangis. Saya makin gulana.

Saya mencoba berdiskusi dengan suami, intinya suami menyerahkan keputusan pada saya. Apakah mau berhenti bekerja atau tetap bekerja dengan kondisi seperti itu. Saya semakin bingung.

Kehamilan Kedua, Penentu Masa Depan Kerja


Ketika anak saya yang pertama berusia 2 tahun, saya hamil anak kedua. Ini menjadi titik balik saya dalam menjadi seorang Ibu. Saya terus merenung, akankah saya terus menyerahkan pengasuhan pada orang lain.

Pola asuh yang kurang maksimal menjadi pertimbangan utama saya untuk berhenti bekerja. Belum lagi masa-masa emas pertumbuhan anak pastinya tak akan terulang lagi. Seperti yang dikatakan mbak Echa pada pesannya pada kami bahwa waktu emas anak-anak tidak akan terulang lagi.

Dengan keputusan yang bulat akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan karir saya di dunia kerja. Meski berat tapi saya merasa ini adalah keputusan tepat yang harus saya ambil pada saat itu.

Saya ingin menebus kelalaian saya dalam mengasuh dan merawat buah hati. Saya tidak ingin hal ini terjadi lagi pada anak kedua saya. Kehamilan anak kedua telah menjadi alasan kuat pengambilan keputusan masa depan kerja.

Keputusan Menjadi Mom Stay at Home


Setelah bekerja hampir 5 tahun di perusahaan migas, saya mengajukan surat pengunduran diri. Banyak yang terkejut bahkan menyayangkan keputusan ini. Tetapi saya berusaha meneguhkan hati untuk tetap mengundurkan diri.

Pada akhirnya dengan keputusan yang berat, Desember 2019 saya keluar dari perusahaan tersebut. Saya resmi menyandang gelar sebagai mom stay at home.

Karir saya kemudian berlanjut menjadi full time mommy sejak 2020. Tugas utama saya adalah menjaga dan mengasuh kedua buah hati saya. Saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak. Saya bermain dengan anak-anak, semua waktu saya, saya dedikasikan untuk mereka.

Hal ini saya lakukan demi menebus ketiadaan saya mendampingi anak, terutama pada pertama. Semua saya lakukan untuknya.

Ibu produktif

Dibalik kesibukan saya mengasuh dan merawat anak-anak, saya pun mencoba mengisi waktu luang. Saat mengasuh anak-anak saya merasa begitu berharga. Waktu begitu bermanfaat, namun ketika anak-anak tertidur saya merasa hampa. Kosong.

Ada ruang kosong dari sisi produktivitas dalam diri saya. Saya yang terbiasa berpacu dengan deadline. Waktu yang produktif selama bekerja, seketika merasa hampa saat tidak menghasilkan sebuah karya.

Apakah membersamai anak bukan sebuah karya? Tentu saja itu adalah sebuah karya yang luar biasa! Ibu berperan menerapkan pondasi kehidupan di sana. Ada pendidikan, norma, dan agama yang ditanamkan seorang Mama.

Namun ketika anak-anak terlelap, suami bekerja, saya merasa sendirian. Saya berpikir apa yang bisa saya lakukan agar tetap produktif mengisi masa. Saya pun mulai mencari peluang mengisi waktu luang. Apalagi jika bisa memberi tambahan penghasilan. Aha! moment inilah yang kemudian saya manfaatkan.

Mencari Peluang Penghasilan Tambahan


Saya kemudian mencari cara mengisi waktu luang. saya memilih yang sekiranya di kemudian hari bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Sangat rasional bila mantan ibu bekerja berpikir seperti ini. Setiap bulan biasanya rekening selalu terisi, kini harus menunggu rekening suami hehe

Pertama kali yang saya lakukan adalah mengikuti kegiatan secara online. Karena kegiatan ini tidak akan mengganggu waktu saya bersama anak-anak.

Kegiatan waktu luang

Kegiatan online yang saya ikuti diantaranya yaitu :
  • Pelatihan copywriting jualan online
  • Mengikuti kelas online muslimah preneur
  • Mengikuti kelas kepenulisan blogging

Dari pelatihan yang saya ikuti inilah awal mula saya mengenal dunia blogging. Sembari terus menimba ilmu, saya terus mencari komunitas guna membangun networking. Saya percaya jika kita getol membangun silaturahmi, maka peluang akan datang dari mana saja.

Perjalanan Mengenal Dunia Blogging


Saya mengenal dunia blogging pertama kali pada April 2020. Saat itu di kelas Muslimah Preneur yang saya ikuti ada kelas kepenulisan dengan judul 'Meraih peluang di dunia blogging'.

Sebagai seorang yang hobi menulis, saya sangat tertarik. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kelas tersebut. Semua siswa di kelas itu ditunjukkan peluang di dunia blogging dan diajari cara membuat blog.

Di akhir kelas, kami diwajibkan membuat satu tulisan yang harus diposting di blog. Saya membuat blog di Blogger dan lahirlah blog saya. Tapi sayangnya saat itu baru sekadar menulis dan publish.

Sama sekali belum mengenal optimasi apalagi monetisasi. Fokus saya hanya sebatas menulis dan publish. Ada satu momen yang membuat saya sepertinya harus mengganti dari subdomain ke top level domain (TLD). Desember 2020 saya mengganti subdomain menjadi domain berbayar.

Sambil terus berkomunitas di grup alumni kelas tersebut, saya juga kian gencar memperluas pertemanan. Tujuannya adalah tetap mencari peluang ngeblog dapat uang hehe.

Kemudian pada Mei 2021, atas saran teman saya mengikuti kelas blog pemula selama 3 bulan. Kelas itu diadakan mulai dari bulan Juni hingga September 2021. Setelah dinyatakan lulus dari coaching class tersebut, saya mulai mengembangkan sayap di dunia blog.

Hampir semua komunitas bloger saya ikuti. Intinya demi menambah jaringan pertemanan dan mencari informasi. Saya percaya dengan adanya komunitas bisa membuat kita bergerak tanpa batas. Komunitas bisa membuat kita matang dan berkembang. Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN)

Tentang Komunitas IIDN


Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) adalah sebuah komunitas penulis yang mewadahi ribuan para penulis perempuan di Indonesia. IIDN, begitu biasa disebut para bloger tanah air, berdiri pada 24 Mei 2010. Atas prakarsa seorang perempuan bernama Indari Mastuti.

Komunitas IIDN

Pada tahun 2022 ini, komunitas IIDN telah mencapai usianya yang ke 12. Dalam perjalanan selama 12 tahun ini, IIDN telah memiliki lebih dari 21 ribu member di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Karena banyaknya anggota yang di-handle oleh IIDN, komunitas perempuan terbesar di Indonesia ini juga memiliki koordinator wilayah aktif yang membawahi beberapa kota besar di Indonesia.

Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis yang saya kenal dalam hitungan bulan ini terasa sangat dekat dalam perjalanan saya dalam meraih peluang di dunia blogging.

Kegiatan Komunitas IIDN


Saya melihat kegiatan yang diadakan IIDN sangat terstruktur. Kegiatan IIDN terbagi menjadi 2 yaitu
   
Kegiatan Komunitas IIDN


1. Kegiatan Internal


Kegiatan internal berupa kegiatan rutin mingguan maupun kegiatan rutin bulanan yang diadakan IIDN. Kegiatan rutin mingguan yang diadakan IIDN seperti Senin Semangat, Selasa Blog, Rabu Buku, Kamis Puisi, Jumat fiksi dan masih banyak lagi.

Ada juga kegiatan rutin bulanan seperti penerbitan buku antologi fiksi dan non fiksi bagi anggota IIDN. Dan yang terakhir ada kegiatan kopdar yang diadakan per wilayah. Terakhir saya melihat ada kegiatan kopdar Solo Raya tanggal 29 Mei 2022 yang lalu.

2. Kegiatan Eksternal


Kegiatan eksternal adalah kegiatan IIDN yang bekerja sama dengan berbagai pihak luar seperti yang biasa saya ikuti antara lain blog completion, talkshow, penerbitan buku dan lainnya.

Menarik sekali kan program dan kegiatan yang ada di komunitas perempuan terbesar di Indonesia ini. Tertarik untuk bergabung? Silakan mengisi formulir berikut ini https://forms.gle/nVhTzCuSrawWT2AS8

Bergabung di Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN)


Nama IIDN bukanlah nama baru bagi saya. Saat di kelas blogging yang saya ikuti, pemateri blogging saya juga sempat merekomendasikan komunitas perempuan Indonesia ini.

Karena saat itu dunia blogging masih berupa kabut tebal dalam pandangan saya, saya belum begitu paham. Barulah ketika mulai mengembangkan sayap menjadi pejuang rupiah di dunia blogging, saya mencari tahu tentang komunitas ini.

Saya mencari tahu komunitas ini lewat media sosial instagram, barulah saya menemukan akun instagram (at)ibuibudoyannulis. Dari situ saya mulai kepo dengan segala aktivitas dan kegiatan yang dibagikan oleh akun ini. Tentang banyaknya ragam kegiatan di komunitas ini.

Di bagian biografi instagram IIDN rupanya tersedia link untuk bergabung komunitas ini di Facebook. Saya pun mengisi link dan pada Oktober 2021 saya diterima sebagai member IIDN di Facebook.

Apa Impresi Saya Pertama Kali Bergabung di Komunitas IIDN?


Sambutan yang hangat dari para pengurus bahkan di mention akun saya di Facebook merupakan sambutan awal yang penuh apresiasi.

Ucapan selamat datang kepada seluruh anggota baru merupakan sambutan penuh kekeluargaan menurut saya. Apalagi saya adalah seorang 'newbie' di dunia blogging. Disambut hangat dengan tangan terbuka seperti ini, membuat saya merasa

"Ah, inilah 'rumah' yang saya cari!"

Sambutan ini bagi saya seperti sambutan seorang Ibu yang telah lama merindukan anaknya untuk pulang ke rumah. Sambutan ini dalam pandangan saya seperti sambutan yang mengatakan

"Welcome Home Nak! Ini rumahmu, nyaman lah disini!"

Inilah sambutan terhangat yang pernah saya dapatkan. Hanya di komunitas ini, Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Komunitas yang 'hommie' bagi para penulis perempuan Indonesia. 

Pengalaman Meraih Peluang Ngeblog Bersama IIDN


Saya termasuk yang sering menunggu-nunggu postingan IIDN di Facebook dan Instagram. Mengapa? Karena beberapa informasi peluang ngeblog banyak saya dapatkan melalui komunitas ibu-ibu gemar menulis ini.

Diantara Pengalaman yang pernah saya ikuti bersama IIDN, dalam perjalanan ngeblog antara lain

1. Join Webinar Tips Menang Lomba Blog bersama Ketua Umum IIDN, Widyanti Yuliandari


Dari webinar yang saya ikuti bersama IIDN ini, saya jadi banyak tahu tentang tips dan trik mengikuti lomba. Ilmu yang saya dapatkan pada webinar yang dibawakan oleh mbak Widya ini, saya terapkan di tulisan saya di blog. Alhamdulillah, beberapa lomba, berhasil menempatkan saya menjadi pemenangnya.

2. Kompetisi Modal Usaha Mom 


Kompetisi modal usaha Mom kolaborasi antara Ruang Mom dengan IIDN pada Januari 2022. Saya juga berhasil keluar sebagai salah satu dari 150 finalis terpilih dengan bisnis paling menarik.

3. Lomba Ngemil Bijak Bersama Mondelez


Pada lomba blog dengan tema Ngemil Bijak bersama Mondelez ini saya berhasil keluar sebagai salah satu dari 70 peserta dengan submission tercepat.

4. Lomba Review IDN App dan Event FORTUNE Indonesia Summit 2022


Baru-baru ini saya juga mengikuti lomba IDN App dan Fortune Indonesia Summit 2022. Pada lomba IDN App dan Fortune Indonesia Summit, saya juga meraih juara harapan. Masih banyak lagi peluang ngeblog yang saya ikuti yang diadakan oleh IIDN.

Semua lomba yang saya ikuti dikoordinir oleh komunitas yang didirikan di Bandung ini. Saya senang dengan pola yang diterapkan IIDN ketika mengkoordinir bloger dalam mengikuti lomba, hal ini sangat membantu sekali. Jadi ada motivasi untuk mengikuti lomba, karena seperti ada yang 'menggedor-gedor' rasa malas dalam menulis haha.

Saya tidak tahu, jika tidak join di komunitas IIDN mungkin saya tidak ada motivasi mengikuti blog competition. Sekali lagi terima kasih komunitas IIDN.

Pengalaman Paling Berkesan Selama Bekerja Sama dengan IIDN?


Pengalaman yang paling berkesan selama bekerja sama dengan komunitas IIDN ini adalah saat mengikuti kontes Modal Usaha Mom kolaborasi IIDN dan Ruang Mom. Dari ribuan peserta yang mengikuti event ini, saya salah satu kontestan yang masuk dalam babak semifinal Modal Usaha Mom.

Saat itu hadiah yang diberikan berupa uang tunai. Setiap peserta diwajibkan membuka rekening bank rekanan. Namun karena suatu hal, saya terkendala membuka rekening. Sehingga pencairan hadiah tidak bisa saya terima tepat pada waktunya.

Sebenarnya saat itu saya sudah di fase menyerah dan ikhlas, apabila hadiah tersebut tidak saya terima. Karena hingga acara berakhir saya juga masih terkendala dalam pembukaan rekening. Namun, bukan IIDN namanya bila tidak memberikan pelayanan maksimal kepada anggotanya.

Saat itu koordinator IIDN untuk kompetisi ini adalah mbak Lita Widih. Beliau dalam group koordinasi whatsapp mengatakan bagi finalis yang belum mendapatkan hadiah semifinal bisa menghubungi dirinya.

Saya kemudian mengirim pesan pribadi kepada beliau dan menjelaskan duduk masalahnya. Mbak Lita Widih menjawab akan segera berkoordinasi dengan pihak Ruang Mom.

Selang beberapa jam setelah itu, mbak Lita mengatakan bahwa proses pencairan hadiah sudah berjalan dan tinggal menunggu untuk masuk ke rekening saja. Ya Allah, saya terharu sekali. IIDN masih bertanggung jawab membantu saya.

Alhamdulillah, 3 hari kemudian hadiah sebagai kontestan Modal Usaha Mom akhirnya saya terima. Terima kasih bantuannya mbak Lita Widih, terima kasih IIDN.

Harapan Saya untuk Komunitas IIDN


"Di ulang tahun yang ke-12 ini saya berharap IIDN tetap menjadi komunitas yang 'hommie' bagi penulis perempuan Indonesia, tetap jaya dan berkembang seperti tujuan mulia IIDN mewadahi dan memberi peluang kepada perempuan Indonesia untuk terus berdaya dan berkarya. "

Banyak impian-impian besar para penulis perempuan Indonesia bisa terwujud lewat peran serta komunitas IIDN. 

" Saya yakin IIDN mampu terus maju dan memberi peluang kepada para penulis perempuan Indonesia. Saya juga percaya jika bersama IIDN peluang ngeblog dapat uang bukan bualan. Saya sudah membuktikan!" 

Bagi saya harapan untuk bangkit berkarya meraih peluang ngeblog bersama komunitas IIDN semakin terlihat nyata. 

Penutup


Banyak komunitas blogger di Indonesia, bagi kamu penulis perempuan yang ingin menambah pengalaman berkomunitas silakan bergabung bersama keluarga besar IIDN. 

Kapan lagi bisa terus aktif, kreatif dan produktif tidak terbatas ruang dan waktu. Bersama IIDN, kita bisa mendapat peluang ngeblog dapat uang. Ayo Ibu-Ibu saatnya meraih cita, bangkit berkarya bersama IIDN. Gabung sekarang ya! Selamat ulang tahun ke-12 IIDN !

Salam,
Yunniew

Referensi:
https://ibuibudoyannulis.com
https://instagram.com/ibuibudoyannulis

Tulisan MQ
Hi I'm Yunniew, nice to know that you sure interest visit to my blog. Here's my journey. If any inquiries or campaign please drop an email to Yunniew@gmail.com

Related Posts

12 komentar

  1. Jadi ibu rumah tangga pun saat ini bisa tetap produktif selain mengerjakan pekerjaan domestik. Bergabung dengan komunitas-komunitas sefrekuensi seperti IIDN dapat mengembangkan potensi para ibu rumah tangga terkait bakat yang mereka miliki di dunia penulisan, plus berprestasi pula dengan banyaknya event seperti perlombaan-perlombaan yang diadakan di IIDN

    BalasHapus
  2. Rasanya saya sudah pernah join komunitas ini, tapi itulah...karena kurang fokus, saya nggak pernah cek lagi.
    Waduuuuh, harus daftar ulang lagi nggak ya?

    Barakallaah mbak Yunnie...terus berkembang dengan IIDN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah sama Bun, kayaknya aku juga pernah daftar tapi kok lupa ya. Mungkin karena aku nggak aktif juga. Coba nanti aku cek ulang bisa daftar lagi nggak.

      Hapus
  3. Angkat topi deh buat semua mom yang "tak mau kehilangan momen emas pertumbuhan dan perkembangan anak" seperti Mom Queen ini.
    Apalagi para mom yang gak mau diam sebagai ibu rumah tangga... Selalu ingin menambah ilmu, networking dan experience. IIDN salah satu wadah yang bisa menyalurkan sekaligus mewujudkan impian....

    BalasHapus
  4. BErsama IIDN bisa terus mengasah diri dan tentunya meningkatkan kemampuan menulis khususnya dari waktu ke waktu ya, Mbak.

    BalasHapus
  5. IIDN ini komunitas pertama yang aku ikuti di bidang literasi. Pas resign di tahun 2012 dan bingung mau ngapain, di situlah ketemu sama IIDN. Jadi seneng banget, berasa ketemu rumah. Akhirnya bisa launching beberapa antologi bareng IIDN.. dan akhirnya bisa ngeblog bareng juga sama IIDN. Pokoknya thanks a lot lah sama IIDN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw sudah kenal IIDN lama nieh mbak Marita. Kereen

      Hapus
  6. Perjalanan mom freelancer kita almost mirip kak hehe hingga akhirnya menemukan produktif dan bisa tetep jadi saksi tumbuh kembang anak-anak di rumah. Beruntung lagi ketemu IIDN yang supportive. Sukses selaluuuuuuu^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yaa.. Rerata ibuk pekerja ceritanya mundur karena anak hahaha..

      Hapus
  7. Aku sudah terkick dari grup IIDN. Padahal seru banget kalau tetap aktif di IIDN. Semoga tetap bertahan di IIDN, ya kak. Siapa tahu nanti aku bisa join lagi.

    BalasHapus

Posting Komentar