header

Ingat #CariTahuBiarAman Agar Bebas Modus Penipuan Online!

39 komentar

"Aku sudah buktikan!! Ad*das bagi-bagi THR lebaran berupa uang tunai sebesar 1 juta rupiah dan sepatu keluaran terbaru. Caranya cukup sebar informasi ini minimal di 5 grup whatsapp kamu dan isi link dibawah."

Tiba-tiba sebuah pesan singkat dibagikan seorang teman di grup yang saya ikuti. Seketika banyak komentar masuk mengatakan bahwa itu bohong, hoax dan sebagainya. Namun semua itu dibantah oleh sang penyebar broadcast.

Debat kusir pun tak terelakkan. Antara yang pro dan yang kontra semakin sengit. Ditambah lagi ada yang mengambil skrinsut komen di web terkait. Terlihat memang, bahwa semua komen di website tersebut bernada sama, rata-rata begini

THR Lebaran

"Terima kasih Ad*das uang dan sepatunya sudah diterima. Lumayan lebaran sudah dikasih modal (emoticon love)"


Terus ada lagi yang begini,

"Baru kali ini saya tahu kalau Ad*das memberi THR dan hadiah, dan ini terbukti! Saya sudah menerimanya!"

Dan beragam komentar lain yang serupa. Melihat adanya komentar begini, semakin mengokohkan opini teman-teman yang pro, bahwa broadcast message ini benar-benar nyata. Beberapa teman akhirnya memutuskan mengisi link tersebut dan tetap menyebarkan.

Sedang bagi yang kontra, termasuk saya memilih menghapus tautan dan memberi penjelasan kepada teman-teman. Namun, mereka tetap kekeuh kalau ini adalah asli.

Baiklah!

Daripada pertemanan kami menjadi taruhannya lebih baik dibiarkan saja. Toh sudah diberi tahu. Sekitar 2-3 teman tertarik mengisi saat itu.

Saya sempat mengintip apa saja isi link tersebut. Di dalamnya terdapat formulir dengan beberapa informasi yang harus diisi, ada nama lengkap, nomor KTP, nomor rekening, nama bank, nomor sepatu (sebagai hadiah yang akan dikirimkan) dan alamat lengkap. Alamat lengkap digunakan untuk pengiriman hadiah.

Di Akhir formulir disediakan kolom memasukan hasil tangkapan layar bukti penyebaran link di 5 group yang berbeda, syarat fotonya harus di kolase.

Saya geleng-geleng kepala. Masih saja orang belum tahu informasi menyesatkan begini. Bahwa kejahatan finansial bermula dari pemberian informasi pribadi seperti ini. Saya menghela napas. Menyayangkan keputusan teman-teman yang percaya bahwa informasi ini benar adanya.

Beberapa hari berlalu. Saya melihat status teman dengan nada satir kira-kira begini.

"Kalau rezeki nggak kemana, aku salah. Andai waktu bisa diulang"

Saya pun menanyakan apa yang telah terjadi? kemudian teman saya pun bercerita bahwa uang tabungannya menghilang tiba-tiba. Jumlahnya mencapai puluhan juta. Itu merupakan uang tabungan untuk pernikahan dirinya.

gagal nikah

Kata pihak bank uangnya ditarik oleh dirinya sendiri, padahal dirinya mengaku tidak mengambil uang tersebut. Uangnya di tarik di beberapa ATM berbeda di daerah Surabaya. Sedang dia berada di kota Palembang.

Usut punya usut, rupanya ini adalah buntut dari pengisian link yang pernah dia sebar sendiri. Seperti senjata makan tuan. Jadi bumerang bagi dirinya. Dia termasuk yang paling PD bahwa hadiah itu memang benar.

Teman saya pun kemudian menceritakan kejadian ini selengkapnya di grup. Dia juga meminta maaf telah menyebarkan link malware. Dan berharap teman-teman yang mengisi link yang dibagikan olehnya untuk berhati-hati, karena mereka adalah incaran para penjahat siber.

Untungnya belum ada yang dirugikan selain dirinya sendiri. Cerita teman saya ini, sebut saja R, setelah mengisi formulir sehari kemudian ada yang menelepon dirinya mengaku dari pihak perusahaan sepatu tersebut.

Mereka ingin mentransfer uang hadiah, tetapi disuruh mengirim no kartu ATM. Teman saya ini mulai curiga, tetapi si penelepon berbicara sangat meyakinkan dan setengah memaksa. Akhirnya R memberikan nomor ATM rekening pribadinya.

Dia tidak sempat bercerita di grup karena kesibukannya. Selanjutnya R di suruh mengirim nomor pin tetapi dia menolak. Akhirnya si penipu menyuruh R login saja di link yang dikirimnya. Rupanya inilah kemungkinan terjadinya pencurian data perbankan dirinya.

Alurnya kira-kira begini, di telepon, diminta no rekening, no atm, hingga pin, jika tidak bersedia memberi pin maka bisa login di link yang diberikan oleh penipu, dan tunggu hadiah datang.

Namun hadiah tak pernah datang, sepatu dan uang tunai pun tak kunjung diterima. Hmm nasib! 

Dari kisah teman saya ini, apa kira-kira yang bisa kita ambil hikmahnya? Bahwa kejahatan finansial melalui kejahatan siber bisa terjadi pada siapa saja.

Banyak yang terkecoh, berdalih ingin dapat hadiah, yang ada malah berbuah petaka. Berharap untung malah buntung.

Peristiwa yang dialami R biasa disebut phishing atau pencurian data perbankan oleh orang lain. Ada berbagai jenis kejahatan finansial lainnya yang kerap terjadi. Berikut 3 jenis kejahatan financial yang sering terjadi.

Kenali 3 Jenis Kejahatan Finansial yang Sering Terjadi


Menurut situs bisnis.tempo.co.id ada 3 jenis kejahatan finansial yang kerap terjadi. Pada dasarnya para penipu (fraudsters) ini menggunakan metode social engineering. 

Social engineering adalah bentuk rekayasa sosial untuk memanipulasi pikiran orang lain dengan tujuan yang tidak baik. Social engineering biasa digunakan para fraudster untuk mengambil data informasi pribadi korban.

Ada 3 jenis kejahatan finansial yang sering sekali dijadikan modus untuk melakukan tindakan penipuan. Apa saja modus yang sering dilakukan oleh fraudsters ini? Berikut ulasannya ya
      
jenis kejahatan finansial


1. Phishing


Dari laman sikapiuang.go.id phishing atau malware adalah bentuk kejahatan finansial dengan membuat sebuah website yang serupa (tapi tak sama) nama sebuah perusahaan besar. Tujuannya menyasar pada para pemilik rekening gendut untuk memberikan data pribadi.

Skema yang digunakan oleh fraudsters adalah dengan membuat website aspal kemudian mengirimkan email atau pesan berantai kepada para calon korban nya. Baik berupa SMS maupun whatsapp. Siapa yang tidak jeli, kurang teliti, akan menjadi sasaran empuk mereka.

2. Vishing


Vishing atau voice phishing adalah peretasan yang dilakukan oleh fraudsters dengan melakukan pesan suara.
  
vishing, penipuan online


Contohnya begini para pembobol rekening ini akan menelepon calon korban dengan dalih pemenang undian atau mendapatkan kredit pinjaman online. Mereka dengan segala tipu muslihatnya merayu calon korban untuk memberikan data perbankan.

Dengan teknik yang sudah terlatih, korban tidak akan sadar telah memberikan data pribadi. Karena canggihnya para fraudster ini memainkan psikologis korbannya.

Jadi jika Sobat MQ mendapat telepon yang mengatasnamakan instansi atau perusahaan tertentu, dengan meminta data pribadi, lebih baik ditolak saja. Segera tutup teleponnya.

Jangan coba-coba menguji kemampuan mereka. Karena 'pintar' nya mereka dalam mengolah kata, kamu tidak akan sadar telah tertipu oleh kata manis mereka. Matikan teleponnya karena itu hanya membuang-buang waktu saja.

3. Impersonation


Impersonation adalah suatu cara yang dilakukan fraudsters dengan berpura-pura sebagai orang lain untuk tujuan memperoleh data pribadi calon korban. Para pelaku impersonation disebut Impersonator.

Mereka akan berbicara seolah-olah mereka adalah pegawai bank, pihak pemberi giveaway, undian berhadiah dan sebagainya. Gaya bicara mereka sangat meyakinkan hingga banyak orang terkecoh.

Seperti yang dialami teman saya R di atas, dia juga mendapat telepon dari pihak yang mengatasnamakan perusahaan sepatu tersebut. Kita tidak akan curiga sedikitpun karena mereka mengatakan bahwa mereka meminta data untuk pengiriman hadiah.

Jika tidak berhati-hati maka kita akan menjadi target operandi mereka. Ketika sudah terlanjur menjadi korban, apa yang harus kita lakukan? Mari kita bahas yuk

Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban Phishing /Skimming/kejahatan finansial lainnya?


Sebenarnya bank sudah memberi tindakan preventif agar kejadian ini bisa dicegah. Bank telah mengirimkan notifikasi tiap transaksi ke email atau nomor pribadi kan? Itu salah satu pencegahannya.

Untuk kasus teman saya ini, notifikasi email sudah diterima, namun sayangnya dia tidak membaca email tersebut. Kapan R sadar tabungannya sudah nihil? saat R hendak mengirim uang kepada ibunya. Transaksinya ditolak karena saldonya tidak mencukupi. Hmm malangnya! 

Semoga ini menjadi pelajaran bagi R agar lebih berhati-hati menerima dan menyebarkan informasi. Apabila mengalami kejadian seperti R, apa yang harus dilakukan ketika menyadari ada transaksi mencurigakan di rekeningnya?

Tetap Tenang, Jangan Panik! 


Bagaimana pun pikiran tenang tetap harus diperlukan, agar bisa mengambil langkah selanjutnya. Duduk tenang, atur napas dan banyak istighfar. Stop menyalahkan diri sendiri. Tenang! Jika sudah, lakukan langkah ke dua.

Lakukan Pemblokiran Online


Melakukan pemblokiran kartu secara online sangat mudah kok. Bisa dengan sambungan telepon atau melalui aplikasi.

Jika kamu pelanggan BCA kamu bisa menggunakan cara ini. Kamu bisa menelepon layanan Customer Service online di nomor 1500-888 melalui telepon berbayar. Atau bisa juga melakukan pemblokiran melalui aplikasi BCA mobile atau klik BCA.

Berikut cara blokir kartu debit dan kartu kredit melalui aplikasi mobile banking BCA.

Cara Blokir Kartu Debit Melalui Aplikasi BCA Mobile

     
cara blokir kartu debit bca


  • Masuk ke BCA mobile, pilih ‘m-BCA’ dan masukkan kode akses dan password untuk login.
  • Pilih ‘Akun Saya’di pojok kanan bawah dan Pilih ‘Blokir’
  • Pastikan informasi sudah sesuai seperti yang diminta, pilih ‘Blokir’
  • Masukkan PIN
  • Terakhir akan ada konfirmasi bahwa kartu Debit BCA telah berhasil diblokir.
Bagaimana dengan kartu kredit? Bagaimana cara blokir kartu kredit BCA akibat phishing, skimming atau kejahatan lainnya? Berikut ini cara blokir credit card BCA via aplikasi BCA mobile.

Cara Blokir Kartu Kredit Menggunakan BCA mobile

      
cara blokir kartu kreit bca

  • Masuk ke BCA mobile, pilih 'm-BCA' dan masukkan kode akses untuk login
  • Pilih 'm-Admin’ dan Pilih 'Blokir Kartu Kredit'
  • Pastikan informasi yang kamu masukkan sudah sesuai dan pilih ‘OK’
  • Masukkan PIN m-BCA, akan ada konfirmasi jika Kartu Kredit BCA telah berhasil  diblokir.

Jika kamu masih mempunyai credit card tambahan, untungnya kartu kredit tersebut tidak akan terblokir. Kartu tersebut masih tetap bisa dipakai secara normal.

Cara pemblokiran kartu debit atau kredit card BCA melalui klik BCA dan lainnya selengkapnya bisa Sobat MQ baca di laman bca.co.id ya :)

Setelah kartu diblokir secara online apakah tugas kamu sudah selesai? Sayangnya belum hehe, masih ada dua langkah berikutnya.

3. Datangi bank yang bersangkutan untuk mendapatkan solusi tindakan selanjutnya.


Meski kartu sudah di blokir secara online, kamu tetap berkewajiban untuk datang ke bank tempat rekening kamu dibuat. Pihak bank bisa memberikan solusi apa tindakan kamu selanjutnya.

Disana kamu akan diarahkan apa yang harus dilakukan. Meski uang tidak serta merta kembali, tetapi setidaknya kamu akan mendapat edukasi agar hal ini tidak terjadi lagi. Pihak bank juga akan memberi arahan langkah selanjutnya. 

4. Lapor polisi agar pelaku segera ditindak lanjuti.


Langkah ke 4 ini adalah langkah yang bisa kamu ambil sebagai tindakan untuk memberi efek jera kepada para fraudster (sebutan untuk para pencuri data perbankan).

Langkah lapor polisi memang agak memakan waktu kamu. Tetapi dengan adanya laporan dari korban, pihak berwajib mempunyai bukti untuk menjerat mereka di ranah hukum. Karena tindakan merugikan masyarakat adalah tindakan melanggar hukum.

Apakah Pelaku Phishing Bisa dikenai Sanksi Hukum?


Menurut situs hukumonline.com pelaku phishing atau kejahatan online lainnya dapat dikenai berbagai pasal. Salah satu pasal yang bisa disangkakan kepada pelaku yaitu UU ITE pasal 32 ayat (2) jo. Pasal 48 ayat (2)
"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer Informasi elektronik dan atau dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak, dipidana penjara paling lama 9 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar." (sumber : hukumonline.com)

Jadi, bagi kamu yang menjadi korban phishing atau kejahatan finansial lainnya jangan ragu untuk melapor ke pihak berwajib. Agar para pelaku diberi efek jera.

Tetap berhati-hati ya Sobat MQ, semoga kamu tidak mudah tergiur janji-janji manis dari situs yang tidak jelas.

Waspada Penipuan Online Saat Lebaran


Bagi Sobat MQ yang menggunakan rekening BCA, ini ada tips agar bisa terhindar dari modus penipuan online. Apa saja? Yuk simak ulasan berikut ini.

Dari laman bca.co.id ada berbagai modus penipuan online apalagi menjelang lebaran, apa saja modus mereka?

1. Hadiah voucher belanja online


Hadiah voucher gratis belanja online juga sering disebar jelang lebaran. Ingat jangan sembarang mengisi link yang tidak jelas.

2. Pinjaman Online


Tawaran pinjaman online jelang lebaran kerap berdatangan. Hati-hati, bukan sedikit orang yang malah terjebak pinjaman online.

3. Menang Undian/Uang THR


Menang undian atau THR dari perusahaan besar juga sering digunakan. Padahal perusahan tersebut tidak tahu menahu, hanya namanya saja dicatut.

4. Modus Update Data Nasabah


Nah Sobat MQ harap waspada jika ada telepon yang mengatasnamakan pihak bank untuk melakukan update data nasabah. Ingat pihak bank tidak pernah meminta no ATM, PIN, apalagi nomor CVV kartu kredit nasabah. Jika ada yang meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah ulah fraudsters.

Bagaimana cara agar kita terbebas dari modus kejahatan online? Berikut ada tips bebas modus penipuan online dari bank BCA. 

3 Tips Bebas Modus Penipuan Online


Berhati-hati terhadap segala bentuk kemungkinan terjadinya kejahatan online perlu dilakukan. Karena benar kata Bang Napi dulu, bahwa

"Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya tetapi juga karena ada kesempatan!"

Berikut 3 tips bebas modus penipuan online.
    
tips aman bebas penipuan online


1. Waspada Nomor Palsu Halo BCA


Jika menerima telepon, biasanya kita hanya melihat sekilas nomor penelepon. Nah untuk yang mengatasnamakan dari pihak bank BCA harap perhatikan nomor telepon Halo BCA. Nomor Halo BCA yang asli adalah 1500-888 tanpa tambahan 021 maupun +62.

Ingat ya Sobat MQ! Berikut No Telepon Penting dan Media Sosial BCA

Telepon BCA

  • Halo BCA yang asli adalah 1500-888.
  • No whatsapp resmi BCA adalah +62811-1500-998 ada centang hijau

Email

  • Email resmi BCA notification transaksi : KartuKreditBCA@klikbca.com
  • Email resmi billing statement : eStatement@klikbca.com type file pdf

Sosial Media Bank BCA

  • Twitter @HaloBCA
  • Facebook/IG @GoodLifeBCA

Ingat ya Sobat MQ, mulai sekarang kita harus teliti agar tidak mudah terkena bujuk rayu para penipu ini. Biar kita jadi generasi anti modus-modus club!

2. Jaga Data Pribadimu


Harap kamu menjaga dan menyimpan baik kerahasiaan data pribadi. Data pribadi seperti nomor ATM, nomor PIN, CVV, hingga OTP. Jangan membagikan pada siapa pun.

Jangan sembarangan mengisi data pribadi di link yang dikirim via email atau whatsapp. Apalagi dengan dalih menang undian dari website aspal.

3. Ingat Pesan #CariTahuBiarAman


Nah pesan terakhir ini adalah pesan cinta dari BCA #CariTahuBiarAman. Apabila ada informasi yang mencurigakan, tidak ada salahnya melakukan tabayyun. Cek ricek kebenaran informasi yang beredar.

cari tahu biar aman

Jika mengatasnamakan pihak bank BCA, tidak ada salahnya menanyakan ke bank langsung, atau hubungi customer care BCA. Dalam hal ini, kita harus open minded terhadap segala masukan orang lain, banyak untungnya untuk #CariTahuBiarAman.

Penutup


Mudik dan libur lebaran jadi momen yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Jangan sampai hasrat kita bertemu keluarga, malah menjadi petaka yang membuat hati nelangsa. Jangan sampai mengharap untung, yang ada malah buntung.

Meski rindu semakin menggebu, jangan sampai membuat pikiran menjadi buntu. Tetap kedepankan akal sehat, pikiran tenang, hati senang. Terburu-buru dalam bertindak, malah memberi kesempatan bagi kejahatan.

Pastikan kamu selalu Ingat pesan #CariTahuBiarAman untuk mudik aman, lebaran nyaman, bebas penipuan online. Semoga bermanfaat.

Salam,
Yunniew

Referensi :
https://bca.co.id/
https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/320
https://kominfo.go.id
https://www.hukumonline.com/klinik/a/jerat-hukum-pelaku-iphishing-i-dan-modusnya-cl5050
https://bisnis.tempo.co/read/1576044/kasus-transfer-janggal-nasabah-bca-apa-itu-skimming-dan-2-modus-skimming
Tulisan MQ
Hi I'm Yunniew, nice to know that you sure interest visit to my blog. Here's my journey. If any inquiries or campaign please drop an email to Yunniew@gmail.com

Related Posts

39 komentar

  1. Wah iya, harus waspada
    Banyak banget modus penipuan online seperti ini
    Harus hati hati ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Modusnya udah macam-macam mbak. Makin pinter pokoknya, pokoknya kita jangan kalah pinter juga.

      Hapus
  2. waaah baca ini jadi makin tahu deh modus-modus yang bikin kita harus selalu waspada

    BalasHapus
  3. Wah, memang kita harus lebih hati" lagi ya kalau ada orang tak dikenal yg menyebarkan link.. Apalagi hadiahnya cuma sepatu, uang kita hilang semua ya mba :( modelnya spamming dgrup gitu ya berarti..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang bukan orang ga dikenal juga mbak. Tapi orang dekat yang kurang paham. Makanya kita harus mengedukasi mereka. Demi kebaikan mereka juga kan.

      Hapus
  4. Penting banget nih artikelnya, di nomerku banyak banget yang suka wa dan sms tentang undian, menang giveaway, pinjaman online sampai minta sumbangan gtu. Apalagi yang broadcast an di wa dsri grup ke grup. Harus hati hati bener deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya masih banyak yang belum teredukasi dengan baik. Semoga pesannya tersampaikan.

      Hapus
  5. serem ya?
    Tipuan seperti ini masih marak lho di WAG, dan masih banyak yang percaya
    Saya juga berungkali memberitahu bahwa itu penipuan
    Untunglah sebagian ada yang setuju pendapat saya, walau ada juga yang membantah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kak, masih banyak yang belum tahu. Gpp meski mereka ga setuju pada akhirnya mereka akan berterima kasih kak.

      Hapus
  6. Ketika penipu dapet balesan menohok wkwk.. Suka kesel sih kalo dapet BC kek gitu, yg sebar nggak baca dulu atau paling enggak taulah ciriciri penipu masa kini tuh kekmana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sebar link masalahnya juga kurang paham kak. :(

      Hapus
  7. kwkwwk nyebelin emang, aku jg sering sih dapat beginian tapi ngga pernah kugubris untungnya wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kalau digubris cuma ngabisin waktu kak haha

      Hapus
    2. Iya kak wkwkw, tapi kadang tuh pengen banget ngeladenin sampe dia capek wkwkw dikerjain sampe marah2

      Hapus
  8. sy hampir terjerumus dalam jebakan pencuri online, entah saat itu lagi banyak fikiran kali ya, yg diharapkan kok ya samaan dg modus yang akan dilakukan penipuan online, setelah baca berulang kali baru sadar kalau ini modus penipuan hadiah giveaway, untungnya masih selamat saya, ku abaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah lho..untung mbak Windi cepat sadar ya..alhamdulillah masih dilindungi.

      Hapus
  9. Terima kasih infonya lengkap sekali, Mbak. Perlu edukasi juga nih, supaya orang-orang tidak gampang memutuskan untuk mengklik link, darimana pun asalnya. Teman dekat pun bisa jadi khilaf dan menyebarkan link penipuan tanpa disadarinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benerr banget mbak Nia, danbtugas kita mengingatkan mereka.

      Hapus
  10. Kita memang harus selalu hati-hati ya, terutama terhadap link-link yang mencurigakan. Bisa saja orang terdekat kita yang tidak sadar bahwa link-link tersebut berbahaya.

    BalasHapus
  11. Hiks serem banget tabungan pe hilang semua. Aku pernah nyaris jadi korban penipuan online. Jadi malam2 dpt telp dr orang yg ngaku jadi temen kuliahku. Suaranya mirip banget. Trs dia blg ibunya masuk RS dan posisinya lg di lokasi ga bisa transfer atm blablabla. Trs aq diminta transfer ke dia 1 juta karena mau nyelamatin ibunya. Aq nyaris aja mengiyakan. Tp aq blg kalau aku ga punya mbanking dan ga mgkn malam2 ke atm. Alhamdulillah msh terselamatkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah, untung aja masih terselamatkan ya Mbak. Banyak lho modus begini yang kena. Emang kudu ati-ati banget.

      Hapus
  12. Aku juga sering dapet broadcast kaya gitu dan udah cape kasih tau ke orang orang bahaya modus penipuan ini, pake website yg ga jelas aman juga. Alhamdulillah tulisan ini harus di sebar biar makin paham orang orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak, semoga ga bosan terus mengingatkan mereka ya Kak. Jangan sampai orangbterdekat kita jadi korbannya.

      Hapus
  13. Tulisan yang mencerahkan nih, biasanya di ramadhan, idul qurban banyak sekali nomor tipu-tipu juga. Berbagai modus muncul

    BalasHapus
  14. Selalu saja ada modus baru dalam kasus penipuan online, dan selalu saja ada korban baru.
    Edukasi semacam ini penting bagi orang awam biar selalu waspada dan hati-hati. Makasih ya kak infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, pak Dokter tolong bantu edukasi orang terdekat ya supaya lebih cerdas menyikapi link yang tidak jelas.

      Hapus
  15. Teknologi makin canggih, nipunya juga makin pinter. Zaman susah diiming-imingi yang enak, jadinya kayak begini. Saya juga soalnya pernah ngalamin hampir ketipu mirip seperti ini, tapi lewat telpon. Untungnya masih selamat.

    BalasHapus
  16. Zaman semakin canggih, orangnya juga memanfaatkan kecanggihannya untuk niat dan maksud buruk. Ditambah banyak dari kita, suka banget sama kemudahan juga yang berbau-bau gratisan dan hadiah. Jadi aja banyak yang kejebak. Huhu pernah ngalamin juga, mirip-miripah, untung masih bisa selamat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mbak, masih dijaga Allah. Semoga next lebih hati-hati lagim

      Hapus
  17. Sejujurnya sekarang tuh ngeri banget dengan penipuan online, aku pernah hampir kena. Alhamdullilah masih dilindungi Allah SWt, temen juga beberapa kena

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, jadi pelajaran ya mbak. Supaya lebih berhati-hati lagi kedepannya.

      Hapus
  18. Dowoooo.....
    Tapi keren sih
    Mudah-mudahan bermanfaat buat banyak orang nih

    BalasHapus
  19. Kemarin aku sempat gini waktu tiba-tiba dikirimin link lewat e-commerce. Katanya pesanannya mau diganti atau apalah. Aku bilang aja linknya gak bisa dibuka, kirim foto aja biar bisa aku cek. Habis itu gak dibales lagi dan akhirnya chatnya aku hapus aja deh. Serem banget si masalah modus kejahatan gini :")

    BalasHapus
  20. Wah, nice info mb. Emang lagi marak ya kejahatan macam ini. Kasina kalo korbannya kurang informasi jadi percaya aja ya, mb..

    BalasHapus
  21. Seram ya kak, aku juga sekarang takut asal login login aja, jika ada link gak jelas biasanya abaikan saja. Bener hari yang lalu temenku ilang uangnya di bank, 5 jutaan. Sama kasusnya katanya diambil sendiri. Tapi dia tidak merasa ambil

    BalasHapus
  22. Sering banget dapat SMS yang ngasih tau dapat hadiah. Ga tanggung-tanggung, ratusan juta... hari gini.
    Untung kita masih menjaga kewarasan untuk tidak menggubris hal-hal seperti ini

    BalasHapus
  23. iiya mbak..semoga banyak yang lebih aware dengan kejahatan ini ya mbak.

    BalasHapus
  24. Selamat terpilih jadi pemenang kak! 😁

    BalasHapus

Posting Komentar