Hi SobatMQ!
Sedari dulu saya suka menulis. Kalau dipikir lagi, sepertinya saya sudah mulai menulis sejak sekolah dasar. Dulu di sekolah ada tugas yang sering diberikan oleh Bu Guru ketika materi telah rampung atau guru mata pelajaran tidak hadir. Kamu bisa menebak nggak kita-kira itu tugas apa? Yup! Benar, mengarang!
Setiap kali ada jam kosong, tugas diberikan adalah mengarang. Saya dengan senang hati menyambut tugas ini. Bagi saya ini adalah kesempatan untuk mengekspresikan rasa dan perasaan lewat frasa.
Berbeda dengan teman saya yang lain. Mereka merasa kesulitan jika harus mengerjakan tugas mengarang. Namun bagi saya, mengarang satu halaman buku tulis standar amatlah mudah. Mungkin ini juga yang menjadikan saya lebih mudah menjalani hari sebagai blogger profesional sejak 2019.
Berdaya dari Rumah, Bisa kok!
Sob, tahu nggak sih kalau menjadi blogger atau penulis itu juga bisa mendatangkan banyak penghasilan. Saat ini mendapat penghasilan nggak harus bekerja di luar rumah lho, bahkan dari dalam rumah pun kamu tetap bisa berdaya mendatangkan penghasilan. Bahkan, sekalipun pun kamu belum menjadi penulis profesional.
Istilah bekerja dari rumah atau dari mana saja yang mengedepankan fleksibilitas dalam praktiknya disebut sebagai bekerja hybrid (hybrid work).
Hybrid work adalah suatu model kerja yang memungkinkan karyawan untuk memiliki kebebasan dalam menentukan tempat kerja, baik dari kantor maupun dari jarak jauh (Mustajab, 2024).
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 28 ribu pekerja di 27 negara termasuk Indonesia oleh Cisco tahun 2022 menyebutkan 71,2% pekerja lebih memilih hybrid work dibanding fully remote. Hal ini dikarenakan bekerja hybrid dipilih karena memiliki banyak keuntungan seperti dapat mengurangi beban biaya operasional, meningkatkan produktivitas, serta dapat meningkatkan keseimbangan hidup (Cisco, 2022).
Makanya bukan hanya omong kosong kalau dari rumah kita juga bisa menambah penghasilan. Saya mau menuliskan beberapa cara mudah mendapatkan penghasilan lewat tulisan terutama bagi kamu yang memiliki hobi menulis. Yuk dibaca sampai selesai ya (◕ᴗ◕✿)
Cara Mendapatkan Penghasilan dari Rumah Lewat Menulis
SobatMQ, saya menulis ini murni berdasarkan pengalaman saya pribadi ya. Kalaupun kamu belum pernah mencoba atau memiliki cara lain, di bagian kolom komentar kamu bisa menambahkan dari sudut pandang kamu ya. Intinya, kita sesama perempuan bisa saling mendukung meskipun hanya ibu rumah tangga.
Berikut cara mendapat penghasilan dari rumah bagi kamu yang suka menulis.
1. Challenge Musiman
Sob, kalau kamu suka menulis, pastikan kamu juga follow akun-akun media sosial komunitas penulis. Kalau saya beberapa komunitas penulis yang saya ikuti dan aktif hingga sekarang seperti Blogspedia, Kompasiana, Komunitas ODOP, Ibu-ibu Doyan Nulis, Bisnis Muda, Good News From Indonesia (GNFI), dan masih banyak lagi.
Hampir semua komunitas yang saya sebutkan diatas biasanya mengadakan challenge musiman dengan hadiah uang yang lumayan. Bahkan seperti challenge Ramadan Bercerita 2026 dari Kompasiana beberapa waktu lalu, hadiahnya umroh lho. Masya Allah.
Tentu saja setiap komunitas memiliki syarat dan ketentuan penulisannya. Sebagian besar mengharuskan menulis di blog pribadi, namun seperti Kompasiana, Bisnis Muda, dan GNFI, wajib menulis di platform mereka. Kamu tinggal membuat akun saja dengan Google akun dan langsung bisa mengikuti challenge musiman yang diadakan.
2. Giveaway Hunter
Kalau diingat, sebelum rutin mengikuti berbagai lomba blog, saya juga pernah menjadi pemburu hadiah gratis (giveaway hunter) dari berbagai platform. Para pemilik acara menggunakan momen tertentu untuk mengadakan event ini. Misalnya saat mereka sedang berulang tahun, hari besar, atau mencapai follower tertentu.
Saya pernah mengikuti giveaway dari medsos. Hadiahnya lumayan, berupa cash dan merchandise produk perusahaan tersebut. Waktu itu peserta hanya diminta untuk memberikan insight sebuah acara webinar atau live yang mereka adakan. Alhamdulillah-nya, pada waktu itu saya menjadi salah satu pemenang.
3. Menulis di Blog Pribadi
Menulis di blog pribadi memang membutuhkan modal; setidaknya untuk membeli domain dan memperpanjangnya setiap tahun. Namun, memiliki blog sama pentingnya dengan memiliki media sosial.
Selain sebagai media branding, blog pribadi juga bisa berguna sebagai media publikasi yang banyak dicari perusahaan. Harga per postingan sebuah kampanye tertentu mulai dari Rp 100.000,- hingga Rp 500.000,- tergantung kekuatan website blog yang kamu miliki.
4. Jualan Produk Digital
Era saat ini jualan produk digital (prodig) semakin banyak digemari. Saya melihat teman-teman di komunitas menulis yang saya ikuti berlomba-lomba membuat prodig dan menjualnya. Saya yang masih di tahap menjual prodig orang lain (affiliate) seakan terpancing juga hehe
Produk digital yang bisa kamu jual jenisnya bebas saja. Namun kalau saya melihat apapun produk yang kamu jual; pastikan produk tersebut memiliki value untuk orang lain. Entah berguna di bidang bisnis, masakan, atau bahkan meningkatkan skill menulis.
Untuk platform menjualnya kamu bisa menggunakan media sosial untuk promosi dengan menautkan ke akun lynk, Etsy, atau boleh juga menjual di marketplace. Harganya lebih baik masih di bawah Rp 50 ribu. Intinya yang penting terjual terus.
5. Affiliate Produk
SobatMQ, meskipun kamu belum memiliki produk digital sendiri, kamu tetap bisa mendapatkan penghasilan lho dengan menjualkan prodig orang lain. Gimana caranya? Tentu saja kamu harus mendaftar ke platform dimana prodig dijual. Saat ini kebanyakan orang menjual produk digital di platform lynk.id
Kamu bisa membuat akun lynk.id terlebih dahulu kemudian tinggal pilih produk affiliate yang ingin dijual. Kalau saya saat ini masih menjual produk digital orang lain melalui affiliate produk. Jadi selain jadi affiliate produk dari marketplace seperti shopee atau TikTok, kita bisa memperluas pendapatan dengan bergabung dalam program affiliate. Sudah coba belum? Kamu bisa mencoba juga ya.
Penutup
Kalau kamu pikir menjadi ibu rumah tangga mematikan kemampuanmu mendapat penghasilan, kamu keliru. Justru dari rumah kamu memiliki peluang penghasilan tanpa terikat aturan perusahaan.
Saya menyadari ketika saya berhenti bekerja, penghasilan bulanan memang tidak ada. Namun penghasilan saya masih bisa mendapat penghasilan dari jalur lain, seperti menulis.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak belajar, kesempatan bertemu dengan orang banyak semakin membuka pintu rezeki. Ada saja kesempatan baru yang terbuka lebar.
Saya mendapat banyak masukan dan saran dari teman yang menjadikan saya termotivasi memiliki produk digital. Meskipun entah kapan selesainya, setidaknya ada progres setiap hari. Intinya tetap berkarya tanpa meninggalkan peran sebagai ibu rumah tangga.
Jadi kamu sudah mulai mencoba cara yang mana saja agar dapat menambah penghasilan dari rumah? Cerita dong.
Salam,
Yunniew
Referensi:
The Effect of Hybrid Work on Employee Work Productivity at PT XYZ
https://journal.ipb.ac.id/jmo/article/





Posting Komentar
Posting Komentar