header

Cara Menemukan Ide Menulis

18 komentar

Menulis adalah aktivitas yang menyenangkan, bagi yang memiliki passion menulis. Tapi, akan terasa sangat menantang bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dalam mengolah kata. Bagaimana cara menemukan ide menulis artikel?
    
Cara Menemukan Ide Menulis

Menulis Sebagai Lahan Aktualisasi Diri


Sebagai narablog yang mengasuh dua blog sekaligus yaitu Maminca Sharing dan TulisanMQ, menulis adalah cara saya dalam mengaktualisasikan diri dari rumah.

Sambil mengasuh dan membersamai ketiga buah hati, saya memilih menulis sebagai ladang untuk tetap berkarya dan mengikat ilmu. Meski tidak menampik bahwa menulis adalah cara saya mengusir kejenuhan dalam rutinitas harian yang monoton.

Untuk itulah saya merasa butuh semacam wadah untuk menuangkan ide dan kreativitas di kepala sebagai ajang berbagi kepada orang banyak. Lewat kedua blog ini saya meraup banyak endorphin dan dopamin sebagai bekal melihat tumbuh kembang putra-putri saya.

Alur Menulis Artikel


Saya tidak menolak bahwa mood menulis tidak serta merta terjadi begitu saja. Butuh sesuatu trigger yang membuat mood menulis menjadi tinggi. Saya yakin rekan-rekan sesama penulis memiliki cara masing-masing dalam menemukan ide menulis.

Sebagian ada yang harus menonton TV dahulu untuk dapat menangkap ide tulisan, jalan-jalan, shopping, makan dan sebagainya. Semua tergantung dari masing-masing orang. Tidak masalah, yang penting kita tidak melupakan tujuan kita dalam melakukan aktivitas itu, yaitu mendapatkan ide tulisan.

Bagaimana dengan saya? Apa yang saya lakukan agar ide tulisan mengalir bak air sungai? Berikut ini saya kasih bocoran ala saya dalam menemukan ide dalam menulis.

   
Cara Menemukan Ide Menulis

Alur yang saya lakukan adalah seperti berikut ini :

1. Breakdown Ide


Saya akan menuliskan ide yang ada di kepala saya. Misalnya saya memiliki beberapa ide, maka saya akan menuliskan semua ide tersebut. Dari situ, saya akan memilih mana yang paling mudah dan paling moncer bahasannya di pikiran saya. Gagasan itulah yang akan saya pilih untuk dijabarkan dalam bentuk artikel.

2. Riset Kata Kunci


Setelah memiliki tema tulisan, maka saya akan mencari kata kunci (keyword) yang sesuai dengan pokok bahasan yang saya pilih. Riset keyword ini bagi saya butuh waktu yang agak lama, makanya saya tidak akan terlalu jauh dalam meriset kata kunci. Karena saya takut ide menulis saya keburu hilang hehe.

3. Membuat Outline Artikel


Ketika keyword sudah ada dalam genggaman, langkah selanjutnya adalah mulai menyusun outline atau kerangka artikel. Mulai dari judul, sub judul, sub sub judul dan deskripsinya. Bahkan poin-poin inti akan saya tuliskan dalam kerangka karangan ini. Outline artikel sangat berguna agar tulisan kita tidak ngalor-ngidul. Terkadang saking asyiknya menulis, bahasan akan melenceng terlalu jauh. Jadi outline akan bertindak sebagai 'polisi' dalam sebuah tulisan.

4. Mulai Menulis


Biasanya dalam outline artikel sudah ada kisi-kisi dalam penulisan. Bahkan dalam membentuknya menjadi sebuah tulisan saya hanya sedikit saja 'memoles' dengan kata sambung atau bahkan sekadar kalimat tanya. Makanya jika sudah membuat outline artikel, waktu yang saya gunakan dalam menulis hanya 1-2 jam saja.

5. Membuat Infografis


Setelah tulisan jadi, bagian yang menantang dalam perjalanan menulis artikel bagi saya adalah membuat infografis. Inilah bagian yang sering saya skip hehe (jangan ditiru ya). Padahal infografis dalam sebuah artikel bisa mempercantik tampilan.

Bahkan poin penting yang ingin kita sampaikan kepada pembaca dapat tersampaikan dengan jelas lewat infografis ini. Jadilah saya mulai rajin membuat desain 'ala kadarnya' dalam blog saya.

6. Editing


Bagian yang tidak boleh terlewatkan adalah editing. Lakukan self editing dalam menulis agar kita tahu qualitas tulisan kita. Dari self editing ini kita bisa menimbang apakah tulisan kita ini layak atau tidak untuk dipublikasikan atau hanya mengendap dalam draft saja.

Saya biasanya melakukan self editing minimal 12 jam dari waktu selesai menulis. Agar pikiran saya benar-benar lupa atas apa yang saya bahas dalam tulisan. Dengan demikian fungsi editing akan berjalan maksimal.

7. Publish


Setelah selesai self editing. Sebelum artikel di publish, coba baca sekali lagi. Kalau-kalau ada tulisan yang typo atau ada yang perlu ditambah atau dikurangi. Silakan baca sekali lagi dan preview. Setelah ada kesesuaian antara tulisan, gambar dan lainnya, barulah saya mempublikasikan tulisan ke blogpost.

Demikian, cara saya menemukan ide dalam menulis. Kalau kamu punya cara tersendiri ga dalam menemukan ide menulis? Sharing ya ^_^

Salam,
Yunniew
Tulisan MQ
Hi I'm Yunniew, nice to know that you sure interest visit to my blog. Here's my journey. If any inquiries or campaign please drop an email to Yunniew@gmail.com

Related Posts

18 komentar

  1. Poin ke 3 yaitu outline. Aku sepakat sebab melalui outline ini ide menulis kita jadi lebih mudah terjabarkan. Tinggal dikembangin

    Sumber ide pun juga darimana2 sebenarnya eksekusinya yang wadidaw butuh pernjuangan

    BalasHapus
  2. Mantab, bisa nih buat belajar, makasih ya Mbak Yuni atas ilmunya

    BalasHapus
  3. Di poin mulai menulis itu loh mbak aku yg susah. Ketauan kan sekarang jarang ngeblog krn bingung mulainya. Padahal ide udah banyak di kepala bahkan sampai ruwet hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbakkkk semngat. Akupun juga mood moodan dan trigerku salah satunya bikin outline seperti yg dicantumkan tipsnya di atas .smengat kita!

      Hapus
  4. Alur menulisnya mirip" nih kita mba.. Tapi mungkin aku kadang masih bingung untuk riset keywordnya..
    Mungkin butuh latihan lebih biar bisa menguasainya :D

    BalasHapus
  5. padahal kayaknya sih udah pernah tau materi ini, tapi kalolagi riweh ya lupa semuanya wkwkwk,

    baca ini jadi refresh lagi semga inget terus klo lagi blocking,dan kadang recall ide yang belum sempet ditulis itu susah :(

    BalasHapus
  6. buat aku membuat outline artikel sangat membantu dan memudahkan ketika menulis, bisa ngalir gitu. atau kalo macet ide, ga akan lama macetnya karena sudah terarah. nice mb!

    BalasHapus
  7. Mendapatkan ide dan Riset kata kunci yang suka bikin saya susah untuk mulai menulis, akhirnya mood nya hilang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cari pendamping dong, Pak biar mood selalu ada.

      Hapus
  8. Step pertama Mom Yunita boleh banget nih kupakai. Rasanya kalau mau awal-awal nulis tuh kek otak mau meledak, kebanyakan dan kepenuhan. Imbasnya jadi malas ngonten blog dan malah rebahan, hha. Ternyata harus break down ide dulu, hmmm... Terima kasih banget tipsnya, Mom, berasa dapet lampu terang banget buat memulai nulis lagi, hihi

    BalasHapus
  9. Setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri untuk mendapat ide, sepanjang itu hal menyenangkan dan membuat inspirasi mengalir, mengapa tidak?

    BalasHapus
  10. Aku nih lagi fase demotivasi nulis. Burnout kemarin2 deadline benturan wkwk.

    Kalau aku sendiri paling riweuh riset keyword. Apalagi kalau berkaitan pingin SEO atau pingin naikin traffic organic.

    Memang bener sih nulis blog grs balance, ada yg sistematis ada yg free writing aja ngalir :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duhh,, samaan nih mba..dari kemarin kejar"an deadline terus ya mba..
      .
      Bismillah semangat yuk mba :D

      Hapus
  11. Masalah Mbak Yuni sama sama dalam menulis hampir sama, yaitu dalam membuat infografis. Padahal kurang apa ya canva membantu kita, tapi memang butuh effort yang luar biasa buat menguliknya

    BalasHapus
  12. Kalau bagian riset aduuh sering banget tak lewat hihi
    Udahlah yang pentingnya nulis dengan ide yg sedang tinggi.

    BalasHapus
  13. Kadang aku masih mengalami ide buntu saat tahu temanya apik. Dan butuh cari ide lewat artikel lain dulu baru bisa keluar buat nulis

    BalasHapus
  14. Siip, langkah demi langkahnya bisa ditiru nih...
    Cuma saya kalau lagi bete, kadang buat infografisnya duluan...sekalian refreshing

    BalasHapus
  15. wah terima kasih sharingnya mbak, aku sendiri paling seneng kalau disuruh buat infografis hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar