header

10+ Fitur Wajib dalam Toko Online

13 komentar

Hai Gais, apa kabar? Maafin Momin lama ga menyapa disini akibat badai hiatus yang melanda diri. Beberapa hari 'mendem' dalam kontemplasi yang mendalam, perihal ngeblog, nulis, ngurus anak, usaha dan segudang pemikiran lainnya. Semua ini begitu berkecamuk dalam pikiran, 'nguing-nguing' kayak nyamuk lapar.

Satu hal yang menjadi fokus pemikiran adalah tentang kenapa jualan online akhir-akhir ini menjadi booming banget. Sedangkan toko offline seperti larut dalam 'kekalahan perang' dengan toko online. Mengapa sekarang toko online begitu menguasai ranah persaingan dagang di era pandemi? Apakah sebaiknya toko konvensional juga harus beralih ke toko online juga? dan semisal pemikiran lainnya.

Jika tidak berubah, bisa saja toko konvensional tergerus oleh zaman. Tapi gimana cara memulai membuat toko online? Ah bukankah sudah banyak marketplace yang menyediakan layanan cara membuat toko online, dan kita sebagai pedagang kecil yang ingin menjajaki dunia online shop, tinggal 'menumpang' di situ. Tapi kalau kita mau yang lebih professional bisa membuat website sendiri.

Nah karena momin sebagai penjual offline store segala perlengkapan laundry, yang kami sebut one stop laundry store, maka suatu hari momin dan suami berpikir untuk memiliki website online store sendiri. Kenapa? Karena menurut para pakar online shop, memiliki website jualan sendiri itu seperti kita memiliki etalase produk sendiri yang bebas diatur sesuai dengan selera pemiliknya. Jadi intinya lebih kepada rasa nyaman pemiliknya. Kan katanya kalau sudah nyaman susah mau ditinggalin #eak

Berangkat dari rasa itu, maka momin tergerak untuk menulis tentang apa sih fitur wajib dalam toko online.

Mengapa Harus Memiliki Toko Online Sendiri?


Seperti yang sudah momin ungkapkan di awal, bahwa setiap Pengusaha bidang apapun, pasti memimpikan memiliki toko online sendiri. Meskipun sekarang gencar penawaran untuk memasang toko online di marketplace tertentu. Mulai dari marketplace Merah, Hijau, Orange dan segala warna sibuk mengkampanyekan membuat toko online di sana.

Mengapa keukeuh harus memiliki toko online sendiri? Berangkat dari sebuah impian tentang visi usaha yang memiliki pangsa pasar lebih besar, ada beberapa keunggulan toko online dibanding marketplace.

Keinginan mempunyai toko online ini bermula dari sebuah webinar yang diadakan oleh sebuah situs penyedia web tentang Toko Online versus Marketplace.

Ada beberapa kelebihan toko online dibanding Marketplace
🛍️Tidak ada produk pesaing
🛍️Lebih leluasa dalam kustomisasi
🛍️Lebih mudah membangun hubungan dengan konsumen
🛍️Bebas biaya administrasi
🛍️Bisa membuat peraturan sendiri

1. Tidak Ada Produk Pesaing

Bagi penjual suatu produk, prinsip dagang yang harus dipegang adalah pesaing adalah kawan dan lawan. Kawan saat ingin mencari motivasi dalam meningkatkan penjualan dan kualitas produk.
Tetapi akan menjadi lawan, saat produk kita menjadi kalah telak di pasaran apalagi cuma jadi pembanding wkwk. Maka di toko online mustahil kita menemukan produk pesaing kan?

2. Lebih Leluasa dalam Kustomisasi

Misal produk memiliki banyak variasi maka kita tinggal menyeting saja varian apa saja yang ada sesuai dengan kebutuhan jenis produk, size, warna, jumlah, stok, dan semisal tanpa khawatir adanya pembatasan varian yang tersedia. Toko online bisa menyesuaikan dengan keinginan pemilik toko.

3. Lebih Mudah Membangun Hubungan Dengan Konsumen

Sebagai penjual tentu berharap memiliki hubungan yang berkesinambungan yang lama dengan pembelinya. Jika sisi emosional pembeli sudah diraih, maka pembeli akan datang sendiri ke toko online kita. Hal ini sulit di bangun jika memiliki toko online nya di marketplace. Persaingan yang ketat bahkan perang harga menjadikan hubungan konsumen-penjual menjadi kurang harmonis.

4. Bebas Biaya Administrasi


Kalau bagian ini, Kamu sering mengalami ga? Kalau di akhir transaksi ada yang namanya biaya administrasi? Entah itu dari marketplace ataupun dari sistem pembayaran? Toko online sendiri bebas untuk mengatur besaran biaya atau bahkan meniadakan biaya administrasi ini.

5. Bisa Membuat Peraturan Sendiri


Namanya juga toko online sendiri bukan numpang sama marketplace, jadi terserah si pemilik mau membuat aturan seperti apa. Yang penting aturan yang dibuat oleh toko online harus yang banyak mengambil sisi kenyamanan pembeli, namun tetap menguntungkan penjual.

Nah, setelah menimbang beberapa aspek kelebihan dari toko online dibanding marketplace, maka momin semakin mantap untuk mempunyai toko online sendiri.

Apa saja fitur wajib dalam toko online? Dalam sebuah webinar waktu itu, dikasih bocoran tentang fitur wajib ini. Namun ga semuanya momin captured ya, karena ada beberapa yang mesti disesuaikan dengan kondisi kenyamanan. Check this out.

Fitur Wajib dalam Toko Online


Fitur wajib dalam sebuah online store ada berbagai macam, intinya ada bagian yang penting-sangat penting-dan netral. Apa saja itu elemen wajib dalam online store?

1. Logo bisnis


Simbol dari brand toko kita. Logo bisnis mencerminkan kesinambungan sebuah usaha. Logo yang baik tentu saja menggugah bukan hanya pemilik tapi juga pembeli. Sebaiknya gunakan logo yg menarik, mencuri perhatian, sehingga bisa menjadi alat marketing.

2. Shopping Cart & Login Page


Shopping cart (keranjang belanjaan) serta login page tentunya menjadi yang utama dimiliki oleh sebuah toko online. Kalau ga ada kedua fitur ini, tentu akan aneh rasanya. Ini bagian yang penting banget harus ada dalam sebuah online store.

3. Call to Action Button


Call to action button adalah sebuah kalimat yang berisi kalimat persuasif untuk mengambil sebuah keputusan. Jika dimanfaatkan dgn baik bisa menaikkan omset up 120%. Biasanya ini ada didalam iklan baris di atas sebuah web.

4. Informasi Kontak


Informasi kontak ini juga berfungsi menambah kepercayaan konsumen kepada situs website penjual. Informasi kontak ini mencakup tools lain yg membuat konsumen bisa menjawab permasalahan yang dihadapi.

5. Informasi Promo dan New Products


Beragam informasi promo dan produk baru ini fungsinya untuk menarik perhatian konsumen.
Bisa menggunakan frasa persuasif untuk menarik minat konsumen. Peletakannya bisa variatif bisa berupa slider, atau banner. Info promo mpk bagian dari promo tersebut. Seperti kata jangan lewatkan, limited edition dan sebagainya. Intinya info promo dan new products ini bermain dgn psikologi manusia.

6. Foto dan video produk


Sudah tidak asing jika membeli barang secara online harus jeli dan teliti. Foto dan video yang lengkap akan meyakinkan pembeli akan kualitas produk. Selain itu foto dan video yang clear juga semakin membuat pembeli percaya akan kualitas produk kita.

7. Fitur Pencarian Produk


Jika produknya masih sedikit menu pencarian produk tidak begitu berefek, namun jika produknya ribuan fitur ini menjadi sangat penting.

8. FAQ


Nah menu FAQ ini wajib ada dalam sebuah toko online, agar tidak bolak balik menjawab pertanyaan pertanyaan yang serupa. Menu ini memudahkan pengunjung tentang pertanyaan yang sering ditanyakan. Jika satu dua orang yang bertanya ga masalah, tapi jika lebih dari 10 orang yang bertanya, admin toko online akan kewalahan. Maka menu FAQ sangat penting adanya.

9. Wishlist


Fitur ini menyimpan produk yang ingin dibeli tapi belum ingin dibeli. Sekilas mirip dengan shopping cart. Namun si wishlist ini lebih memudahkan konsumen dalam mengingat kembali apa saja barang yang pernah dimasukkan dalam keranjang. Adanya reminder dalam menu wishlist ini turut membantu pelanggan.

10. Payment Gateway


Memfasilitasi pembeli dengan melayani pembeli melakukan pembayaran lewat kartu debit, kartu kredit, atau pembayaran apapun. Tidak perlu repot dengan verifikasi pembayaran. Payment gateway sangat menguntung bagi pembeli, misalnya dengan e wallet.

11. Estimasi Ongkos Kirim


Estimasi ongkos kirim mutlak ada dalam sebuah toko online. Bukan saja mampu m3mbuat pembeli memperkirakan budget shopping, namun juga membantu kemudahan dalam bertransaksi. Pembeli tidak lagi bertanya kepada admin toko atau customer service, hanya karena ingin mengetahui berapa estimasi ongkos kirim. Jadi, dengan adanya estimasi ongkir ini pembeli dan penjual merasa sangat terbantu.

Ok Gais, calon pengusaha toko online milenial sudah siapkah memiliki toko online sendiri? Atau masih nyaman dengan marketplace? Semoga tulisan ini bisa sedikit mencerahkan kegundahan apa yang ada di hati calon pemilik toko online.

Tentang persiapan membuat toko online serta fitur wajib dalam toko online, adakah yang perlu ditambahkan? Mengenai biaya dan persiapan administrasi bisa langsung menuju penyedia web ya, banyak promonya sekarang ini. Ada yang berminat punya toko online sendiri?

Salam,
Momin MQ

Tulisan MQ
Hi I'm Yunniew, nice to know that you sure interest visit to my blog. Here's my journey. If any inquiries or campaign please drop an email to Yunniew@gmail.com

Related Posts

13 komentar

  1. Terima kasih ilmunya kak

    Daging bangett artikelnya, bermanfaat sekali buat saya yg pengeen banget memulai bisnis online

    BalasHapus
  2. Aku kaget mom liat blog barunya Mom Yunnie, baru pertama masuk soalnya hihi...
    btw bagian FAQ, kadang tuh uda dijelasin dan detail jawaban dari pertanyaan yang lazim dilontarkan, tapi tuh kadang konsumen masih aja iseng nanyain mom, wkw..
    btw terima kasih sharingnya mom, :D bermanfaat banget :D

    BalasHapus
  3. Wah, aromanya lagi mau bikin toko online nih momqueen, btw momqueen selalu update ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah kan kita sama-sama ngikut kelasnya wkwk

      Hapus
  4. kalau ini embak benar-benar terjun di toko onine ya mbak ? identitas toko online wajib tercantum ya mbak. sangat informatif

    BalasHapus
  5. wah baru tau kalau MQ usahanya perlengakpan laundry. mau dong nama tokonya? bisa dicari dimana? Bunda perlu nih...

    BalasHapus
  6. Aku baru tahu blog lain milik Mbak Yuni. Hihiiii. Btw, step bikin website store online sendiri mirip bikin blog atau beda ya mb?

    BalasHapus
  7. Bener banget nih mba, toko online lebih bebas daripada marketplace.. Mungkin yang lebih bisa difokuskan lagi, cara pemasarannya ya mba.. Soalnya tidak seglobal marketplace yg sudah booming..

    BalasHapus
  8. mbak kau tim dropshiper hahaha tapi aku pernah sih dulu awal2 sama suami sok sokan mau bikin toko online udah dibeliinsemacam domain dibuatin suami nganggur uey efek gak ada ilmu. modal semangat doang serius nganggur toko onlienenya

    BalasHapus
  9. Teringat dulu pernah belajar digital marketing dan sadar kalau ada beberapa yang kelewat pas baca materi ini. Menariiik. Mungkin lain kali aku harus ngintip artikel ini lagi buat take action, thank's mbaa buat sharingnyaaa

    BalasHapus
  10. Toko online nyatanya sekarang lebih berkembang pesat ya mbak yuni. Perlu ada pembaharuan nih buat toko² yang masih membuka lapaknya secara ofline agar tdk tergerus jaman. Semangat berinovasi terus mbak

    BalasHapus

Posting Komentar